TpY0Gfz7BSY0TpY5GUroGSrl

Mahasiswa KKN INHAFI Bawean 2026 Didorong Kuasai Teknologi untuk Membangun Desa: "Jadilah Problem Solver, Bukan Sekadar Pelaksana Program"

PestaMedia.com – Semangat transformasi pengabdian masyarakat mewarnai Pembekalan Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) INHAFI Bawean Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Minggu (26/7/2026) di Aula Lantai 4 INHAFI Bawean. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya siap terjun ke tengah masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak nyata melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ratusan peserta mengikuti pembekalan dengan penuh antusias. Berbagai materi strategis disampaikan untuk membangun kesiapan akademik, mental, sosial, hingga kepemimpinan mahasiswa sebelum menjalankan pengabdian di berbagai desa lokasi KKN.

Salah satu sesi yang paling menyita perhatian peserta adalah penyampaian materi oleh Muwafiqus Shobri, M.Pd.I., Dosen Fakultas Tarbiyah INHAFI Bawean, bertajuk "Pemanfaatan Teknologi untuk Pemberdayaan Masyarakat." Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa mengubah paradigma KKN dari sekadar menjalankan program menjadi gerakan menghadirkan solusi berbasis teknologi yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, tantangan terbesar mahasiswa di era digital bukan lagi memperoleh informasi, melainkan mengolah ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

"Teknologi bukanlah tujuan, melainkan sarana untuk menghadirkan kemaslahatan. Nilai sebuah teknologi tidak diukur dari kecanggihannya, tetapi dari sejauh mana teknologi itu mampu menyelesaikan persoalan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka," tegas Muwafiqus Shobri di hadapan peserta.

Ia menekankan bahwa mahasiswa KKN harus tampil sebagai agent of change sekaligus agent of empowerment yang mampu memberdayakan masyarakat melalui inovasi sederhana, mudah diterapkan, serta berkelanjutan. Menurutnya, perkembangan internet, media sosial, hingga Artificial Intelligence (AI) memberikan peluang besar bagi mahasiswa untuk menciptakan program pengabdian yang lebih efektif, efisien, dan berdampak luas.

Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan berbagai peluang pemanfaatan teknologi, di antaranya mendigitalisasi promosi potensi desa dan destinasi wisata, mendampingi pelaku UMKM memasarkan produk melalui media sosial dan marketplace, meningkatkan literasi digital masyarakat, memproduksi konten edukatif sebagai media dakwah dan pendidikan, hingga memanfaatkan teknologi AI untuk membantu penyusunan administrasi desa, desain publikasi, analisis data sederhana, serta penyusunan program kerja KKN.

Lebih jauh, Muwafiqus Shobri mengingatkan bahwa keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari manfaat yang tetap dirasakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.

"Masyarakat mungkin akan lupa siapa nama kita, tetapi mereka tidak akan pernah lupa manfaat yang kita tinggalkan. Karena itu, rancanglah program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik," pesannya yang disambut tepuk tangan meriah peserta.

Ia juga menegaskan bahwa kecanggihan teknologi tidak boleh menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. Sebaliknya, teknologi harus menjadi alat untuk memperkuat semangat gotong royong, kolaborasi, pelayanan, dan kepedulian sosial yang menjadi ruh utama pengabdian kepada masyarakat.

Materi tersebut sekaligus memperkenalkan paradigma baru pelaksanaan KKN, yakni menjadikan mahasiswa sebagai problem solver, inovator, fasilitator, sekaligus penggerak perubahan yang mampu memetakan potensi desa, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, dan menghadirkan solusi yang realistis, kreatif, serta berkelanjutan.

Suasana pembekalan berlangsung sangat dinamis. Diskusi interaktif, studi kasus, hingga berbagai contoh implementasi teknologi di bidang pendidikan, ekonomi, pelayanan publik, sosial, dan keagamaan membuat peserta semakin memahami bahwa teknologi dapat menjadi instrumen strategis dalam mempercepat pembangunan masyarakat desa.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN INHAFI Bawean 2026, Nurul Huda, M.Pd.I., menegaskan bahwa pembekalan merupakan fondasi utama agar mahasiswa memiliki kesiapan intelektual, emosional, dan sosial sebelum diterjunkan ke lapangan.

"Kami berharap seluruh peserta mampu menerjemahkan setiap materi pembekalan menjadi program kerja yang inovatif, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. KKN bukan hanya belajar mengabdi, tetapi juga belajar menjadi pemimpin di tengah masyarakat," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) INHAFI Bawean), Ansharuddin M., M.Pd.I. Ia menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata ilmu pengetahuan yang telah dipelajari mahasiswa selama berada di bangku kuliah.

"Mahasiswa harus hadir sebagai mitra masyarakat, bukan sekadar pelaksana program. Dengarkan kebutuhan mereka, bangun kolaborasi, manfaatkan teknologi secara bijak, lalu ciptakan program yang mampu memperkuat kemandirian masyarakat. Itulah hakikat pengabdian yang sesungguhnya," ujarnya.

Mengusung semangat "Dari Ruang Kelas Menuju Ruang Pengabdian Masyarakat," pembekalan ini diharapkan mampu melahirkan peserta KKN INHAFI Bawean Tahun 2026 yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, berjiwa kepemimpinan, serta mampu menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, INHAFI Bawean kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai-nilai Islam, dan semangat pengabdian untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, berdaya saing, dan berkemajuan.


📥 Download Materi Pembekalan

Materi: Pemanfaatan Teknologi untuk Pemberdayaan Masyarakat
Pemateri: Muwafiqus Shobri, M.Pd.I.
(Tautan unduhan materi dapat diakses pada bagian akhir artikel atau melalui menu dokumen resmi KKN INHAFI Bawean 2026.)

Komentar0

Type above and press Enter to search.