PestaMedia.com – Sebanyak 35 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 27 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bondowoso berhasil menyusun berbagai dokumen kedinasan berbantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam hitungan menit. Capaian tersebut diraih melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Digital ASN melalui Pemanfaatan AI Generative yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatasi (Diskominfo) Kabupaten Bondowoso bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di SMA Negeri 2 Bondowoso, Sabtu (1/8).
Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UNESA yang diketuai Dr. Yeni Anistyasari, S.Pd., M.Kom. dengan anggota Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum. dan Amalia Ruhana, S.P., M.PH. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital ASN agar mampu memanfaatkan teknologi AI generative, seperti Gemini dan ChatGPT, untuk mendukung penyusunan dokumen pemerintahan secara lebih cepat, efektif, dan tetap akurat.
"AI bukan untuk menggantikan peran ASN, melainkan menjadi asisten yang membantu mempercepat pekerjaan administratif. Keputusan akhir, validasi data, dan tanggung jawab terhadap dokumen tetap berada di tangan ASN," ujarnya.
Berbeda dengan pelatihan pada umumnya yang lebih banyak berisi teori, peserta pada kegiatan ini langsung mempraktikkan penggunaan AI dengan membawa permasalahan nyata dari instansi masing-masing. Hasilnya, berbagai dokumen yang selama ini membutuhkan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari dapat disusun dalam hitungan menit sebagai draf awal.
Salah satu peserta berhasil menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Registrasi Akun Petani pada aplikasi Klinik Pertanian lengkap dengan alur pelayanan dan flowchart. Sementara itu, peserta dari sektor pendidikan menghasilkan Panduan Focus Group Discussion (FGD) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang memuat kajian risiko bencana, jalur evakuasi sekolah, hingga rencana aksi kesiapsiagaan sekolah.
Tidak hanya itu, peserta dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) juga mampu menyusun draf laporan inovasi Sistem Informasi Penilaian Kinerja Aparatur (SIPIJAR) secara sistematis. Berbagai OPD lainnya memanfaatkan AI untuk menyusun siaran pers, materi presentasi, perencanaan jaringan komputer, hingga rancangan program kerja sesuai kebutuhan instansi masing-masing.
"Pelatihan ini memberikan pengalaman btambahan bagi ASN dalam memanfaatkan AI secara produktif. Kami melihat peserta tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga mampu menghasilkan dokumen yang relevan dengan tugas di masing-masing OPD. Ke depan, kami berharap kemampuan ini dapat mendukung percepatan transformasi digital dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bondowoso," ungkapnya.
Menurutnya, pemanfaatan AI harus tetap mengedepankan aspek etika, keamanan data, serta proses verifikasi oleh pengguna sebelum dokumen digunakan sebagai dokumen resmi pemerintah.
Melalui kegiatan ini, UNESA berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di era digital. Pemanfaatan AI generative di lingkungan pemerintahan diharapkan mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan efisiensi kerja, sekaligus mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju pelayanan publik yang semakin modern, adaptif, dan berkualitas.
Pengirim Berita: Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd.


Komentar0