PestaMedia.com – Kegiatan rutin Ngaji Bareng yang diselenggarakan setiap malam Ahad di Masjid Baitul Muslimin Daun Barat kembali berlangsung dengan penuh kekhusyukan pada Sabtu malam Ahad (1/8/2026). Majelis ilmu yang dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan ini menjadi ruang pembinaan keislaman sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah melalui kajian yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan penyampaian materi utama, kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Pada kesempatan kali ini, Kyai Sahsun Adi menyampaikan kajian bertema bahaya ghodob (marah) dan hasud (dengki), dua penyakit hati yang sering menjadi penyebab rusaknya hubungan antarsesama sekaligus menghalangi kesempurnaan akhlak seorang muslim.
Dalam penjelasannya, Kyai Sahsun Adi menegaskan bahwa ghodob merupakan sifat yang harus dikendalikan. Amarah yang tidak dikelola dengan baik dapat melahirkan ucapan maupun tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk menahan emosi, memperbanyak mengingat Allah SWT, serta mengedepankan sikap sabar dalam menghadapi setiap persoalan.
Selain itu, beliau juga mengingatkan tentang bahaya hasud, yaitu perasaan tidak senang terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT kepada orang lain. Hasud dapat menghilangkan rasa syukur, merusak persaudaraan, bahkan menjadi pintu lahirnya berbagai bentuk permusuhan. Seorang mukmin hendaknya mengganti rasa dengki dengan doa, rasa syukur, dan semangat berlomba dalam kebaikan.
Program Ngaji Bareng Bawean di Masjid Baitul Muslimin Daun Barat merupakan kegiatan dakwah rutin yang dilaksanakan setiap malam Ahad. Selain menjadi sarana menuntut ilmu agama, kegiatan ini juga menjadi media mempererat silaturahmi dan membangun tradisi belajar Al-Qur'an serta kajian Islam di tengah masyarakat.
Sebagaimana sabda Rasulullah ï·º:
"Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam bergulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim).
Melalui kegiatan Ngaji Bareng, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk menghadiri majelis ilmu, memperbaiki akhlak, membersihkan hati dari sifat ghodob dan hasud, serta mengamalkan ajaran Islam secara kaffah dalam kehidupan sehari-hari. Semoga majelis ilmu ini senantiasa menjadi sumber keberkahan dan cahaya bagi masyarakat Pulau Bawean.



Komentar0