TpY0Gfz7BSY0TpY5GUroGSrl

Semarak HUT RI ke-81, 30 Santri Cilik PESTA Meriahkan Kemerdekaan dengan Lomba Penuh Keceriaan

PestaMedia.com - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa hangat di Musholla Pesantren Taqwa (PESTA), Minggu (16/8/2026). Sebanyak 30 santri cilik mengikuti berbagai perlombaan yang dikemas sederhana, edukatif, dan penuh keceriaan.

Sejak kegiatan dimulai, suasana di lingkungan Musholla PESTA tampak semarak. Para santri mengikuti setiap perlombaan dengan antusias dan wajah ceria. Bagi mereka, peringatan kemerdekaan menjadi pengalaman yang menyenangkan karena dirayakan melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak: bermain, berlomba, dan berkumpul bersama teman.

Tiga perlombaan menjadi bagian utama kegiatan, yakni Lomba Loncat Warna, Sambung Bendera, dan Lomba Sendok Kelereng. Masing-masing permainan tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna.


Dalam Lomba Loncat Warna, para santri ditantang menunjukkan ketangkasan, kecepatan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Konsentrasi mereka diuji di tengah suasana perlombaan yang riuh dan penuh semangat.

Sementara itu, Sambung Bendera menekankan pentingnya kerja sama dan kekompakan. Para santri belajar bahwa tujuan bersama dapat dicapai melalui komunikasi, saling membantu, dan kemauan untuk terus mencoba. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak sejak dini.

Keseruan semakin terasa saat Lomba Sendok Kelereng berlangsung. Para peserta harus menjaga keseimbangan agar kelereng tetap berada di atas sendok hingga mencapai garis akhir. Tawa dan sorak-sorai pun mewarnai perlombaan, terutama ketika peserta berhasil mempertahankan kelerengnya atau harus mengulang setelah kelereng terjatuh.

Sekilas, perlombaan tersebut memang terlihat sederhana. Namun, di balik permainan itu terdapat banyak nilai pendidikan yang dapat ditanamkan kepada anak, seperti disiplin, konsentrasi, ketangkasan, keberanian, kesabaran, sportivitas, dan kemampuan bekerja sama.


Pengasuh Pesantren Taqwa (PESTA), Usth. Jasmani Jaosantia, M.Pd., mengatakan bahwa peringatan HUT RI merupakan momentum penting untuk mengenalkan semangat kemerdekaan kepada para santri sejak dini.

“Kami ingin anak-anak mengenal dan merasakan bahwa kemerdekaan juga dapat dirayakan dengan cara yang sederhana, melalui kebersamaan, permainan, dan kegiatan yang membuat mereka bahagia. Yang paling penting bukan hanya siapa yang menang, tetapi bagaimana anak-anak belajar sportif, berani, kompak, dan menghargai teman,” ujar Usth. Jasmani.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai pendidikan yang tidak kalah penting dari pembelajaran di dalam kelas. Melalui pengalaman langsung, anak-anak belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, menerima kemenangan maupun kekalahan, serta tetap menghargai teman.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Karena itu, sejak kecil mereka perlu dikenalkan dengan nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, tanggung jawab, dan cinta terhadap Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan sederhana ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus membekas bagi mereka,” tambahnya.

Keceriaan tidak hanya terlihat dari para peserta. Dukungan teman-teman berupa tepuk tangan dan sorakan penyemangat turut membuat suasana semakin meriah. Menariknya, semangat berkompetisi tetap berjalan beriringan dengan suasana kekeluargaan. Setelah perlombaan, anak-anak kembali bermain dan tertawa bersama tanpa sekat antara pemenang dan peserta lainnya.

Bagi PESTA, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter. Anak-anak diajak belajar melalui pengalaman nyata agar nilai-nilai positif dapat tumbuh secara alami dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan HUT RI ke-81 di Musholla PESTA pun akhirnya menjadi lebih dari sekadar perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang sederhana untuk mempertemukan pendidikan, permainan, kebersamaan, dan semangat kemerdekaan dalam suasana yang hangat dan penuh kegembiraan.


Sebanyak 30 santri cilik membawa pulang pengalaman masing-masing. Ada yang menjadi pemenang, ada yang harus menerima kekalahan, dan ada pula yang belum berhasil meraih juara. Namun, seluruh peserta memperoleh pelajaran yang jauh lebih penting: keberanian untuk mencoba, kesediaan bekerja sama, kemampuan menghargai teman, serta pengalaman menikmati kebersamaan.

Dari Musholla PESTA, semangat kemerdekaan dirayakan tanpa kemeriahan yang berlebihan. Ia hadir melalui tawa anak-anak, semangat berlomba, tepuk tangan, dan kebersamaan yang sederhana tetapi bermakna.

Sebab, menanamkan semangat kemerdekaan kepada anak-anak tidak selalu harus melalui kata-kata besar. Terkadang, semangat itu justru tumbuh dari permainan sederhana, keberanian untuk mencoba, kesediaan menerima hasil dengan lapang, dan tawa yang dibagikan bersama teman-teman.



Komentar0

Type above and press Enter to search.