TpY0Gfz7BSY0TpY5GUroGSrl

Ketika Dunia Semakin Bising, Kembali Kepada Al-Qur'an

Muwafiqus Shobri[1]

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا ، قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,

Dari atas mimbar yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Takwa dalam arti menjalankan segala perintah-Nya dengan penuh keikhlasan dan menjauhi segala larangan-Nya dengan penuh kedisiplinan. Sebab, tidak ada bekal terbaik yang dapat menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat melainkan bekal takwa.

 

Jamaah Jum'at yang dimuliakan Allah,

Jika kita merenungi kehidupan kita hari ini, kita sedang hidup di suatu zaman yang sangat berbeda dengan zaman orang-orang tua kita dahulu. Kita hidup di era di mana dunia menjadi begitu riuh, begitu bising, dan bergerak begitu cepat. Setiap hari, jari-jari kita disibukkan dengan mengusap layar telepon genggam. Pendengaran dan penglihatan kita dibombardir oleh ribuan informasi, mulai dari berita duka, konflik politik, perselisihan di media sosial, perdebatan yang tak berujung, hingga pamer kemewahan yang memicu rasa iri dan dengki.

Akibatnya apa, wahai saudaraku? Hati kita menjadi lelah. Jiwa kita menjadi gelisah. Kebisingan digital dan banjir informasi ini tanpa kita sadari telah melahirkan kecemasan yang berkepanjangan (anxiety), rasa takut tertinggal (FOMO), hilangnya fokus dalam beribadah, dan pudarnya ketenangan di dalam rumah tangga kita. Pikiran kita penuh, namun jiwa kita terasa hampa. Hati kita senantiasa bergejolak, sulit menemukan kedamaian walau sebentar saja. Di tengah situasi dunia yang semakin bising ini, ke manakah seorang mukmin harus berlari? Ke manakah kita harus mengadukan rasa lelah ini?

Jawabannya hanya satu: Kita harus kembali kepada Al-Qur'anul Karim.

 


Al-Qur'an bukan sekadar lembaran kertas berisi tulisan arab. Al-Qur'an adalah kalam Allah, petunjuk hidup, penawar bagi hati yang luka, dan kompas di tengah kegelapan zamannya.

Ketika suara-suara dunia membuat kita bingung dan cemas, suara Al-Qur'anlah yang mampu menenangkan dan membimbing langkah kita.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman di dalam Al-Qur'an:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28)

 

Sidang Jum'at yang berbahagia,

Mengapa hati kita sering merasa gelisah? Karena kita lebih banyak memberi "makan" pikiran kita dengan narasi-narasi dunia yang bising ketimbang memberi "makan" roh kita dengan firman-firman Allah. Kita betah berjam-jam menatap layar gawai membaca komentar netizen, namun kita merasa berat membaca satu halaman Al-Qur'an. Kita cepat merespons notifikasi pesan manusia, tetapi kita mengabaikan panggilan dan petunjuk dari Sang Pencipta!

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya: "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah, membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya di antara mereka, melainkan akan turun kepada mereka ketenangan (sakinah), mereka diliputi rahmat, dinaungi oleh para malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan para makhluk yang ada di sisi-Nya." (HR. Muslim)

 

Perhatikan hadits ini, jamaah sekalian. Ketenangan sejati (sakinah) tidak didapatkan dari popularitas, tidak dari tingginya angka pengikut di media sosial, dan tidak pula dari menuruti seluruh rasa ingin tahu kita terhadap urusan orang lain. Ketenangan sejati hadir saat kita mendekatkan diri, membaca, menadabburi, dan mengamalkan Al-Qur'an.


Maka, bagaimana bentuk nyata dari kembali kepada Al-Qur'an di era digital ini?

Pertama, jadikan Al-Qur'an sebagai filter informasi. Sebelum kita mempercayai sebuah berita, menyebarkan isu, atau ikut dalam perdebatan di media sosial, kembalilah pada prinsip Al-Qur'an tentang tabayyun (klarifikasi) dan menjaga lisan dari fitnah.


Kedua, sediakan "waktu hening" bersama Al-Qur'an setiap hari. Sisihkan waktu di mana kita mematikan seluruh notifikasi gawai/gadget kita. Duduklah dengan tenang, buka mushaf, baca ayat-ayat-Nya, renungkan artinya, dan biarkan firman Allah menyapa hati kita yang sedang lelah. Jika kita bisa meluangkan waktu berjam-jam untuk media sosial, mengapa kita tidak bisa meluangkan 15 atau 30 menit khusus untuk berbicara dengan Tuhan kita melalui Al-Qur'an?


Ketiga, jadikan Al-Qur'an sebagai pedoman dalam mengambil keputusan. Ketika kita dihinggapi rasa takut akan rezeki, rasa cemas akan masa depan, atau kebingungan dalam menghadapi konflik keluarga, carilah jawabannya di dalam Al-Qur'an. Di sanalah terdapat janji-janji Allah yang pasti, nasihat yang tulus, dan jalan keluar bagi setiap kesukaran.


Jamaah sekalian, mari kita jadikan Al-Qur'an bukan sekadar pajangan di lemari, bukan sekadar bacaan saat ada musibah kematian, tetapi sebagai sahabat setia setiap hari. Biarkan Al-Qur'an melembutkan hati kita yang keras dan menerangi langkah kita di tengah kegelapan fitnah akhir zaman.

 

Jamaah Jum'at yang dirahmati Allah,

Sebagai penutup khutbah pertama ini, mari kita berdoa sejenak! Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai cahaya dalam hati kami, petunjuk dalam kehidupan kami, penenang di tengah kegelisahan kami, dan pembimbing dalam setiap langkah kami.

Ya Allah, ketika dunia semakin bising dengan fitnah, berita, godaan, dan kesibukan, dekatkanlah hati kami kepada Al-Qur’an; mampukan kami membaca, memahami, mengamalkan, dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Ampunilah dosa-dosa kami, berkahilah keluarga dan anak-anak kami, teguhkan iman kami, dan wafatkanlah kami dalam keadaan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul-Mu. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

 

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


--- KHUTBAH KEDUA ---

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوَانِهِ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ، وَانْتَهُوا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعاَلَى: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ. اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ الْعَظِيْمَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا، وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا، وَجَلاَءَ أَحْزَانِنَا، وَذَهَابَ هُمُوْمِنَا وَغُمُوْمِنَا. اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِيْنَا، وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا، وَارْزُقْنَا تِلاَوَتَهُ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيْكَ عَنَّا

اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِندُونِيْسِيَّا خَاصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ



[1] Dosen Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hasan Jufri Bawean / Sekretaris PC LTMNU Bawean



Komentar0

Type above and press Enter to search.