PestaMedia.com - Upaya mendorong produk lokal agar semakin dikenal dan memiliki daya saing di era digital terus dilakukan melalui kegiatan pelatihan digitalisasi pemasaran produk lokal yang digelar pada Rabu malam, 26 Agustus 2026, di Mushalla Nurul Hikmah, Dusun Gunungmas, Desa Lebak, Bawean.
Kegiatan yang mengusung tema “Digitalisasi Pemasaran Produk Lokal melalui Media Promosi dan Pengembangan E-Commerce” tersebut diikuti oleh masyarakat setempat dengan menghadirkan Muwafiqus Shobri, M.Pd.I, Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Hasan Jufri (INHAFI) Bawean, sebagai pemateri.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Kelompok KKN INHAFI Bawean Kelompok 01, Ahmad Bahtiar, mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) semester 7. Dalam sambutannya, Ahmad Bahtiar menyampaikan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal, khususnya melalui pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pemasaran produk masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN, Sholihan, M.Pd, yang juga merupakan Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Kehadiran DPL menegaskan pentingnya kegiatan pendampingan pemasaran digital ini, pentingnya KKN sebagai ruang pengabdian sekaligus proses pembelajaran mahasiswa bersama masyarakat dalam menemukan solusi atas kebutuhan dan potensi yang ada di desa.
Pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya penguatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk-produk lokal. Sejumlah produk yang menjadi perhatian antara lain ayam potong, singkong, kue, dan kripik, yang merupakan bagian dari potensi ekonomi masyarakat setempat.
“Digitalisasi bukan sekadar memindahkan aktivitas jual beli ke internet, tetapi bagaimana masyarakat mampu membangun strategi promosi, memperkuat identitas produk, memanfaatkan platform digital, dan menjangkau konsumen yang lebih luas,” menjadi semangat utama dalam kegiatan pendampingan tersebut.
Selain mendapatkan pemahaman mengenai strategi promosi, peserta juga diarahkan untuk mengenali berbagai peluang optimalisasi platform e-commerce, meningkatkan potensi penjualan produk lokal, serta membangun pola pendampingan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program kerja KKN INHAFI Bawean Kelompok 01 yang melaksanakan pengabdian bersama masyarakat di Dusun Gunungmas, Desa Lebak.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat tidak hanya memahami konsep digital marketing, tetapi juga mulai mempraktikkannya secara langsung sesuai dengan karakteristik produk dan kebutuhan usaha masing-masing.
Mahasiswa KKN akan menjadi mitra masyarakat dalam proses pengembangan promosi, pengenalan produk melalui media digital, optimalisasi kanal pemasaran, hingga penguatan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan keterampilan dan praktik pemasaran digital yang dapat terus digunakan masyarakat setelah program KKN berakhir.
Potensi produk lokal di wilayah pedesaan sebenarnya cukup besar. Tantangan yang sering dihadapi bukan hanya persoalan produksi, tetapi juga bagaimana produk tersebut dikenal oleh konsumen di luar lingkungan tempat produksinya.
Melalui digitalisasi pemasaran, produk lokal memiliki kesempatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa sepenuhnya bergantung pada pemasaran secara konvensional.
Kegiatan di Dusun Gunungmas ini sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi digital dapat dimulai dari tingkat desa, dengan memanfaatkan potensi yang telah dimiliki masyarakat.
Melalui pendampingan hingga 4 September 2026, KKN INHAFI Bawean Kelompok 01 diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun ekosistem pemasaran produk lokal yang lebih adaptif, kreatif, dan berkelanjutan.
Dari Gunungmas, produk lokal didorong untuk tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas melalui kekuatan digital.


Komentar0